Saya akan menuliskan posting berikut pada Bahasa Indonesia, karena nampaknya di Indonesia masih “awam” tentang konsep ini. Saya harapkan, tulisan saya akan sedikit mencerahkan pembaca, mengingat teknologi informasi saat ini akan berkembang ke arah sana.
Cloud Computing…Barang apa lagi itu??
Kalau diterjemahkan secara literal sih, maknanya komputasi awan, yang ada malah bikin bingung. Nah, penjelasan yang saya ambil dari berbagai sumber, maksudnya itu kegiatan komputasi yang dijalankan sebagaian besar di server. sedangkan klien hanya “menampilkan” hasilnya saja. Komputasi disini maknanya bukan hanya menghitung loh, bisa mengolah, menyimpan dan menghapus.
Nah, ini berarti kedepannya, kita enggak perlu lagi pakai komputer dengan spek yang cukup tinggi. Yang penting bisa dipasang sistem operasi, trus ada sambungan ke internet. Sudah, beres. Kita tetap bisa mengakses semua dokumen, lagu dan berbagai macam filenya secara online.
Misalnya, untuk meletakkan gambar ada Flickr, Picasa. Untuk lagu ada imeem, myspace dll. Sedangkan untuk mengolah dokumen sejauh yang saya tau ada google documents.
Ohh.. Okey, trus kapan kita bisa pakai?
Sebenarnya secara enggak sadar kita sudah gunakan kok. Contohnya ya wordpress ini, semua gambar dan tulisan kita kan berada di server si wordpress ini kan, dan kita bisa akses dimanapun, kapanpun selama masih ada listrik dan internet. Kalau anda punya e-mail online seperti Gmail, Yahoo! dsb, itu juga menggunakan konsep yang sama. Meskipun hanya sekadar e-mail.
Akan lebih terasa kalau pembaca sekalian pernah menggunakan Google Documents. Nah, coba bayangkan, ketika anda masuk ke akun anda di Google Documents, semua fitur Microsoft Office ada disitu. Anda mengetik dokumen secara online di browser anda trus bisa anda simpan, bagi bahkan anda bisa anda cetak. Semua anda lakukan secara online. Menarik Bukan?
Trus.. truss?
Nah, menurut artikel di Business Week(November, 2007), perusahaan-perusahaan raksasa seperti Microsoft, Google dan IBM sudah mulai melakukan riset dan investasi buat superkomputer untuk mendukung konsep ini. Hasilnya sudah mulai keliatan kok sekarang. Semakin banyak aktifitas yang bisa kita lakukan secara online.
Ada juga gosip yang mengatakan Google berambisi menjadikan Chrome sebagai Sistem operasi masa depan. Menggantikan sistem operasi yang kita pakai sekarang.
Hmm.. berarti bakal ada revolusi dunk?
Kalau revolusi sih sepertinya enggak.. Soalnya masih ada beberapa isu tentang keamanan data, privasi dan berbagai isu yang lain juga. Tapi hal ini lebih murah buat para pengembang piranti lunak. Selama ini, kalau ada kesalahan pada program, update akan diberikan secara berkala. Tentu hal ini sangat menjengkelkan bukan? Nah, kalau di konsep cloud computing, programnya bisa diupdate secara “on-the-fly”. User bahkan enggak perlu tau kalau ada kesalahan program, tiba-tiba sudah diperbaiki dan tentu saja lebih murah dari sisi bandwidth.
Akhir kata, semoga dengan kemajuan teknologi, kita juga bisa menangkap peluang apa yang ada disitu. Sehingga bisa digunakan untuk kebaikan bersama.
{ 1 trackback }
{ 6 comments… read them below or add one }
asik2…. tar laptop g ga dongo lage dunk man :p
semua uda di inet langsung, tinggal ambil dan mainkan….
tapi kalo di indo inetnya masih lemot gimana dunk???
wow,,,,,
awal baca tade sempat bingung…..
tapi,, akhirnya tau juga…..dan ngerti……
makasih bro…….info bagus neh…….
tuk sekedar nambah pengetahuan…:)
heh..barang apa ituuu
OoOoOoOoOoO
gitu yach… baru tahu saya, makasi infonya
soal hak atas dokumen kita gimana pak?
Jika semua file kita di simpan di gudang para penyedia jasa penyimpanan
> Google berambisi menjadikan Chrome sebagai Sistem operasi masa depan
Maaf ya, setahuku, yang namanya OS (operating system/ sistem operasi) itu aplikasi yg menangani detail operasi hardware, seperti menangani I/O (input-output, termasuk keyboard, mouse, monitor, berbagai port, misalkan paralel, serial, USB, PCI, dll), penjadwalan (makanya kemudian ada multitasking), dan command interpreter (mulai dari jaman DOS ada prompt, atau di Linux ada bash, kemudian menerjemahkan perintah di yang berbasis GUI).
Chrome, sepertinya aplikasi yang berjalan di atas OS, dan bukan OS itu sendiri, karena ketiga fungsi di atas tidak ditangani Chrome secara langsung. Walaupun Chrome dapat dijalankan di berbagai platform maupun OS, tetapi tetap saja Chrome aplikasi non-OS.
CMIIW